Rabu, 15 Juni 2016

SHIGHOT AMAR DAN NAHYI




A.    Amr
Amr secara bahasa yaitu berasal dari kata  adalah perintah. Sedangkan secara istilah adalah tuntutan untuk melakuakn sesuatu atau pekerjaan oleh pihak yang lebih tinggi kepada pihak yang lebih rendah. Tuntutan ini dapat diungkapakan melalui empat bentuk, yaitu:
1.      Amar, Contoh = الكِتَابَ بِقُوَّةٍ خُذِ = Ambilah Kitab itu (Taurot) dengan sungguh-sungguh. (Surat Maryam : 12).
2.      Fi'il Mudhori yang bersamaan dengan Lam amar, Contoh : لِيُنْفِقْ ذُوْسَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ Hendaklah orang yang mampu itu menafkahkan menurut kemampuannya . (Surat Ath-Tholaq : 7).
3.      Isim Fi'il Amar, Contoh : عَلَى الفَلاَحْ حَيَّ = marilah menuju kebahagiaan.
4.      Isim Masdar yang menjadi pengganti dari Fi'il Amar, contoh : سَعْيًا فِيْ الخَيْرِ = Sungguh berusahalah dalam melakukan kebaikan.
Dan terkadang Sighot Amar itu keluar dari arti aslinya menjadi arti yang lain yang bisa dipahami dengan alur pembicaraan (Siyaqul kalam) dan Indikasi keadaan. seperti :
1.      Do'a, (yaitu : menuntut suatu pekerjaan dengan cara merendah atau sopan, baik orang yang menuntut itu rendah atau tinggi ataupun sama derajatnya) contoh : أَوْزِعْنِيْ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ = mohon Berikan Ilham padaku untuk mensyukuri nikmat-Mu (Surat An-Naml : 19)
2.      Iltimas (yaitu : menuntut suatu pekerjaan secara halus tanpa adanya Isti’la’ atau merendahkan diri baik orang yang memerintah itu lebih tinggi derajatnya, atau lebih rendah atau sama). seperti ucapanmu terdapap teman sebayamu : أَعْطِنِيْ الكِتَابَ = berikan padaku kitab itu.
3.        Tamanni (yaitu : Perintah suatu perkara yang disenangi tanpa adanya sifat toma'),
4.        Tahdid (Mengancam), seperti dalam Surat Fushilat : 40
5.        Ta'jiz (melemahkan),
6.        Taswiyyah (menyamakan), Seperti Firman Allah Surat At-Thur : 16


B.     Nahyi
Nahi (Larangan) Adalah : tuntutan meninggalkan suatu pekerjaan secara Isti'la' (merasa tinggi derajatnya). Nahi memiliki 1 macam Shigot (bentuk kalimat) yaitu :
1.      Fi'il Mudhori' yang bersamaan dengan La nahi. Seperti Firman Allah Surat Al-A’rof : 56
Dan terkadang Sighot Nahi itu keluar dari arti aslinya menjadi arti yang lain yang bisa dipahami dari maqom/Keadaan dan alur pembicaraan (Siyaqul kalam). seperti :
1.      Do'a, yaitu : tuntutan untuk meninggalkan suatu pekerjaan dengan cara merendah atau sopan, contoh pada Firman Allah Surat Al-A’rof : 150
2.      Iltimas yaitu : Tuntutan meninggalkan suatu pekerjaan tanpa adanya Isti'la' atau merendahkan diri.
3.      Tamanni,
4.      Tahdid, Mengancam



Amar adalah perintah dan nahi adalah larangan. Dalam Ilmu Ma'ani (salah satu cabang ilmu retorika Arab) tidak setiap bentuk amar menyatakan makna hakiki (perintah) dan tidak pula setiap bentuk nahi menyatakan makna hakiki (larangan). Bentuk amar itu ada empat: verba amar, verba mudari_ bercambung lam amar, masdar pengganti verba amar dan isim verba amar. Sedangkan nahi hanya mempunyai satu bentuk, yaitu verba mudari' yang didahului lam nahiyyah. Bentuk amar dan bentuk nahi bisa menyatakan makna yang bemacam- macam.
Untuk menentukan makna amar dan makna nahi tersebut, perlu diketahui: 1. Siapa yangmemberi amar dan kepada siapa amar itu ditujukan
2. Apa tujuan amar itu dan
3. Dalam situasi bagaimana amar itu diberikan.
Almarhum Ahmad al-Hasyimi dalam kitabnya, Jawahir al – Balaghah mengatakan bahwa bentuk amar menyatakan 18 makna dan bentuk nahi menyatakan 12 makna di samping menyatakan makna hakiki masing-masing. Makna-makna lain dari amar itu adalah: doa, permohonan, petunjuk, angan-angan, penghinaan, melemahkan, mempersamakan, ancaman, pilihan, membolehkan, penciptaan, penghormatan, pemberian, ketakjuban, pelajaran, perizinan, keterus-terusan dan pendidikan.
Sedangkan makna-makna lain dari nahi adalah: doa, permohonan, petunjuk, keterus-terusan, keterangan akibat, keputusasaan, angan-angan, ancaman, kebencian, celaan, bujukan dan kehinaan. Dalam surat AIBaqarah salah satu surat terpanjang di antara 114 nama surat dalam Al-Qur'an - terdapat 204 kata-kata amar pada 139 ayat dan 41 kata-kata nahi nada 34 ayat. Kata-kata amar dalam surat Al-Baqarah menyatakan makna: hakiki, doa, petunjuk, melemahkan, penghinaan, permohonan, ancaman, membolehkan, penghormatan, pilihan, pemberian dan keterus-terusan. Sedangkan kata-kata nahi dalam surat Al-Baqarah
hanya menyatakan makna: hakiki, petunjuk dan doa. Dengan mengetahui makna amar dari makna nahi dalam surat Al-Bagarah ataupun dalam surat-surat yang lain akan dapat membantu orang Islam dalam usaha memahami Kitab Suci mereka.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar