A.
Amr
Amr secara bahasa yaitu berasal
dari kata adalah perintah. Sedangkan secara istilah
adalah tuntutan untuk melakuakn sesuatu atau pekerjaan oleh pihak yang lebih
tinggi kepada pihak yang lebih rendah. Tuntutan ini
dapat diungkapakan melalui empat bentuk, yaitu:
1.
Amar,
Contoh = الكِتَابَ
بِقُوَّةٍ خُذِ = Ambilah Kitab itu (Taurot) dengan sungguh-sungguh.
(Surat Maryam : 12).
2.
Fi'il
Mudhori yang bersamaan dengan Lam amar, Contoh : لِيُنْفِقْ ذُوْسَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ Hendaklah orang yang mampu itu
menafkahkan menurut kemampuannya . (Surat Ath-Tholaq : 7).
3.
Isim Fi'il Amar, Contoh : عَلَى الفَلاَحْ حَيَّ = marilah menuju kebahagiaan.
4.
Isim Masdar yang menjadi pengganti dari
Fi'il Amar, contoh : سَعْيًا فِيْ الخَيْرِ = Sungguh berusahalah dalam melakukan kebaikan.
Dan terkadang Sighot Amar itu keluar dari arti aslinya menjadi arti yang
lain yang bisa dipahami dengan alur pembicaraan (Siyaqul kalam) dan Indikasi
keadaan. seperti :
1.
Do'a,
(yaitu : menuntut suatu pekerjaan dengan cara merendah atau sopan, baik orang
yang menuntut itu rendah atau tinggi ataupun sama derajatnya) contoh : أَوْزِعْنِيْ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ
= mohon Berikan Ilham padaku untuk mensyukuri nikmat-Mu (Surat An-Naml : 19)
2.
Iltimas
(yaitu : menuntut suatu pekerjaan secara halus tanpa adanya Isti’la’ atau
merendahkan diri baik orang yang memerintah itu lebih tinggi derajatnya, atau
lebih rendah atau sama). seperti ucapanmu terdapap teman sebayamu : أَعْطِنِيْ الكِتَابَ
= berikan padaku kitab itu.
3.
Tamanni
(yaitu : Perintah suatu perkara yang disenangi tanpa adanya sifat toma'),
4.
Tahdid (Mengancam), seperti dalam Surat Fushilat : 40
5.
Ta'jiz (melemahkan),
6.
Taswiyyah (menyamakan), Seperti Firman
Allah Surat At-Thur : 16
B.
Nahyi
Nahi (Larangan) Adalah
: tuntutan meninggalkan suatu pekerjaan secara Isti'la' (merasa tinggi
derajatnya). Nahi memiliki 1 macam Shigot (bentuk kalimat) yaitu :
1.
Fi'il Mudhori' yang bersamaan dengan La
nahi. Seperti Firman Allah Surat Al-A’rof : 56
Dan terkadang Sighot Nahi itu keluar dari arti aslinya menjadi arti yang
lain yang bisa dipahami dari maqom/Keadaan dan alur pembicaraan (Siyaqul
kalam). seperti :
1.
Do'a, yaitu : tuntutan untuk
meninggalkan suatu pekerjaan dengan cara merendah atau sopan, contoh pada Firman Allah Surat Al-A’rof : 150
2.
Iltimas yaitu : Tuntutan meninggalkan
suatu pekerjaan tanpa adanya Isti'la' atau merendahkan diri.
3.
Tamanni,
4.
Tahdid, Mengancam
Amar adalah perintah dan nahi adalah larangan. Dalam Ilmu Ma'ani (salah
satu cabang ilmu retorika Arab) tidak setiap bentuk amar menyatakan makna
hakiki (perintah) dan tidak pula setiap bentuk nahi menyatakan makna hakiki
(larangan). Bentuk amar itu ada empat: verba amar, verba mudari_
bercambung lam amar, masdar
pengganti verba amar dan isim verba amar. Sedangkan nahi hanya mempunyai satu bentuk, yaitu verba mudari' yang didahului lam
nahiyyah. Bentuk amar dan bentuk nahi bisa menyatakan makna yang bemacam- macam.
Untuk menentukan makna amar dan makna nahi tersebut,
perlu diketahui: 1. Siapa
yangmemberi amar dan kepada siapa amar itu ditujukan
2. Apa tujuan amar itu dan
3. Dalam situasi bagaimana amar itu diberikan.
Almarhum Ahmad
al-Hasyimi dalam kitabnya, Jawahir al – Balaghah mengatakan bahwa bentuk amar
menyatakan 18 makna dan bentuk nahi menyatakan 12 makna di samping menyatakan
makna hakiki masing-masing. Makna-makna lain dari amar itu
adalah: doa, permohonan, petunjuk,
angan-angan, penghinaan, melemahkan, mempersamakan, ancaman, pilihan,
membolehkan, penciptaan,
penghormatan, pemberian, ketakjuban, pelajaran, perizinan, keterus-terusan dan
pendidikan.
Sedangkan makna-makna lain dari nahi adalah: doa,
permohonan, petunjuk, keterus-terusan, keterangan akibat,
keputusasaan, angan-angan, ancaman, kebencian, celaan, bujukan dan kehinaan.
Dalam surat AIBaqarah salah
satu surat terpanjang di antara 114 nama surat dalam Al-Qur'an - terdapat 204
kata-kata amar pada 139
ayat dan 41 kata-kata nahi nada 34 ayat. Kata-kata amar dalam surat Al-Baqarah
menyatakan makna: hakiki,
doa, petunjuk, melemahkan, penghinaan, permohonan, ancaman, membolehkan, penghormatan, pilihan, pemberian dan
keterus-terusan. Sedangkan kata-kata nahi dalam surat Al-Baqarah
hanya
menyatakan makna: hakiki, petunjuk dan doa. Dengan mengetahui makna amar dari
makna nahi dalam surat
Al-Bagarah ataupun dalam surat-surat yang lain akan dapat membantu orang Islam
dalam usaha memahami Kitab
Suci mereka.